Wijaya Grand Centre, South Jakarta, 12160

contact@eyr-cls.com

Artikel “Emmy Ruru, Pelukis yang Ahli Hukum Bisnis”

EYR CLS ResearchesBlog PostArtikel "Emmy Ruru, Pelukis yang Ahli Hukum Bisnis"

INDONESIATODAY.CO.ID – Direktur Utama Agung Podomoro Land Bacelius Ruru punya cara unik untuk mengenang sang isteri, Emmy Yuhassarie Ruru. Dia merilis buku “Sak Karepmu” bertepatan dengan setahun kepergian belahan jiwanya pada 11 Desember 2021. Perempuan kelahiran 25 November 1950 itu berpulang setelah beberapa waktu berjuang melawan kanker.

Lewat buku setebal 400 halaman, Bacelius Ruru mencoba lebih mengenalkan kepada publik tentang sosok, kiprah, idealisme dan pemikiran, serta karakter mendiang Emmy. Dia bukan cuma seorang isteri dan ibu dari dua anak mereka. Emmy juga seorang akademisi dan intelektual yang banyak bekerja di belakang layar. Tak heran bila dia luput dari sorotan media, kecuali untuk kalangan terbatas di bidang hukum bisnis dan pasar modal. Berbeda dengan Bacelius Ruru yang pernah menjadi Sekretaris Kementerian BUMN, Dirjen Pembinaan BUMN, dan Kepala Badan Pengelola Pasar Modal.

Melalui Pusat Pengkajian Hukum (PPH), Emmy Yuhassarie Ruru punya andil besar dalam memodernisasi Bursa Efek Jakarta (kini Bursa Efek Indonesia). Jejaknya juga bisa ditelusuri di balik terbitnya UU Perseroan Terbatas, UU Perbankan, UU Kepailitan, UU Hak Kekayaan Intelektual, dan sebagainya.

READ ALSO:  Self Regulatory Organization Pada Pasar Modal Indonesia

Emmy juga menjadi tokoh di balik berbagai pelatihan untuk para hakim agung ketika pemerintah membentuk Pengadilan Niara pada 1998. Mahkamah Agung (MA) meminta Emmy menggelar pelatihan seputar hukum dagang, transaksi internasional, regulasi perbankan, hingga transaksi derivatif. Pada 2011, silabus dan metode yang diimplementasikan Emmy diduplikasi dan dilembagakan di pusat pelatihan MA.

Saat menjadi Menkominfo, Sofyan Djalil merekrut Emmy sebagai staf khususnya bersama Alexander Rusli dan Loso Judianto. Ketiganya ikut diboyong Sofyan ketika berganti posisi menjadi Menteri BUMN. Sofyan kemudian mewariskan Emmy kepada penggantinya, Mustafa Abubakar.

Dengan dukungan Emmy, dan Teuku Syahrul Ansari yang juga diwariskan Sofyan Djalil, rencana IPO sejumlah BUMN dapat diwujudkan Mustafa dengan clear dan clean. Ketika sejumlah kalangan menyerangnya terkait IPO Krakatau Steel (KS) dan melakukan joint venture dengan POCO dari Korea Selatan, Emy meyakinkannya bahwa semua proseduer telah on the track.

Setelah KS, berikutnya Emmy dan tim membantu menyiapkan berbagai aspek legal untuk IPO Garuda Indonesia, dan right issue BNI, Mandiri, Global Bond Pertamina, dan stock split saham BRI. Hasilnya, pada 2010 Kementerian BUMN meraup dana dengan jumlah fantastis, Rp 50 triliun!

READ ALSO:  "Sak Karepmu", Buku Biografi Emmy Y Ruru

“Emmy menguasai segala aspek, dari filosofis hingga teknis sehingga saya merasa nyaman bekerja,” puji Mustafa Abubakar seperti tertulis di halaman 272.

Emmy Yuhassarie adalah putra keempat dari lima bersaudara pasangan Kasman Kartodriyo, guru Muhammadiyah, dan Susi Agustini. Emmy dan Bacelius Ruru pertama kali berjumpa di Washington pada 1980. Kala itu Bacelius tengah menimba ilmu hukum di Harvard dengan beasiswa Departemen Keuangan, dan Emmy menerima beasiswa Fullbright untuk master hukum di Berkeley. Keduanya menikah pada 1983, secara Islam dan Katolik.

Semula Emmy masuk Fakultas Hukum Universitas Airlangga sekedar menyenangkan sang Ayah. Tapi pilihan asal-asalannya itu ternyata mengubah seluruh takdir Emmy. Baik dalam karier, cinta, maupun hidupnya. Prof. Soetandyo Wignjosoebroto, ahli sosiologi hukum, disebut punya andil besar dalam membentuk Emmy menekuni ilmu hukum.

Semula, passion Emmy sebetulnya seni rupa. Dia ingin masuk Seni Rupa ITB atau Akademi Seni di Yogyakarta. Kemahirannya melukis merupakan bakat alam yang tetap dia salurkan di sela kesibukannya sebagai pakar hukum niaga.

READ ALSO:  Seminar How to Invest in Indonesia Stock Exchange

Baca juga: Bertambah Kasus Omicron di RI Jelang Tahun BergantiDi masa remaja kemahiran Emmy melukis dimanfaatkan beberapa perusahaan produk kecantikan untuk melukis iklan produk mereka. Dari honor melukis Emmy bisa membantu perekonomian keluarganya. Saat masuk kuliah, dia mampu membeli sendiri mobil mini N600 keluaran Honda.

“Sak Karepmu” dipilih Bacelius Ruru menjadi judul buku ini untuk menggambarkan betapa jargon ini biasa atau kerap terlontar dari mulut sang isteri kepada orang-orang di dekatnya. Frase tersebut ekspresi kebebasan yang mengandung konsekuensi dari setiap keputusan. Ekspresi demokratis dan moderat seorang Emmy kepada orang-orang di lingkungannya.

(jat/jat) emmy ruru pelukis

sumber : https://indonesiatoday.co.id/read/emmy-ruru-pelukis-yang-ahli-hukum-bisnis-228791

spot_img

Written by:

EYR Center for Legal Studies (CLS)
EYR Center for Legal Studies (CLS)https://eyrcls.com
EYR Center for Legal Studies (CLS) is an Indonesian non-profit Civil Society Organization with focus on various law programmes.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini


RELATED ARTICLES

Accelerated Renewable Energy Development - Enlit Asia

Update Perkembangan Industri Ketenagalistrikan

Oleh: EYR Center for Legal Studies Desk Tiap tahun dilakukan kegiatan Enlit Asia yang merupakan wadah tukar pikir, serta update dan show case perkembangan industri...
Hal-Hal Penting untuk Diketahui Calon Advokat

Hal-Hal Penting untuk Diketahui Calon Advokat

0
Penulis: Tatiana Ruru, B.Comm. Editor: Redaksi EYR Center for Legal Studies Menggeluti karier sebagai Advokat merupakan salah satu impian para profesional yang memiliki latar...
Neuro Linguistic Programming (NLP), Manfaatnya Bagi Profesi Lawyer

Neuro Linguistic Programming (NLP), Manfaatnya Bagi Profesi Lawyer

Penulis: V. Ardi Purnamaningtyas SH., LL.M Editor: Hyang Ismalya Mihardja, S.H., M.B.A. “Kemajuan tidaklah mungkin tanpa perubahan, dan mereka yang tidak bisa mengubah pikiran mereka...
The Fight for Ticket Concert - Concert Scene

The Fight for Ticket Concert (part 2)

0
By: Tatiana A. Ruru B.Comm. and Yulianti S. Utami S.H., LL.M. In our previous blog, The Fight for Ticket Concert (part 1), post we explained...
id_IDIndonesian